Sunday, March 29, 2015

Keraguan Yang Menyapa

Atas nama awan gelap yang sedang menikmati kegundahannya di angkasa yang luas dan tak bertepi. Diselingi dengan lantunan guntur yang berkicau saling bersahutan. Aku menulis ini. Tentang diriku, di suatu masa.

Aku menyapamu dengan senyum tanpa alasan, walaupun yang engkau tangkap adalah sebuah keraguan.

Biarkan kegelisahan ini memliki tuannya.

Bara api dari sepuntung rokok masih menyala kecil, seiring dengan kepulan asap yang keluar dari rongga mulut. Tipis namun memiliki makna yang dalam, sangat dalam. Kemudian hilang terlahap angin.

Friday, March 20, 2015

Postingan Dari Dalam Kedai Es Krim

Sudah lama tak menulis.

Entah mengapa, tetiba aku kembali merindu untuk menulis. Mungkin karena hujan yang turun pada petang di tanggal tua ini. Apapun alasannya, aku rindu mendengar deru keyboard laptop ini saling bersahutan merangkai huruf demi huruf, kata demi kata, juga kalimat demi kalimat.

Lama tak bersuara dalam tulisan, membuat jemari ini terasa kaku. Ya, kaku, seperti bertemu mantan pacar di acara pesta kebun seorang sahabat. Terbata ketika menyapa, serba salah seperti lagu Raisa.

Sembari jemari ini bergeliat menyisir alphabet yang tertata rapih namun berantakan, terdengar lantunan musik dari Gugun & The Blues Shelter. Ah, sayangnya aku tak tau apa judul lagunya. Yang pasti, suasana ini menjadi hangat seiring bergulirnya bulir hujan yang masih turun dengan bergerombol.