Thursday, November 19, 2015

Musik Digital

Musik adalah media dimana gue bisa mengekspresikan apa yang gue lihat, raba dan rasakan. Ibaratnya, gue gak bisa hidup tanpa musik. Karena itulah, semenjak sekolah gue udah bikin band bareng teman-teman. Sayangnya, bikin band itu gak semudah apa yang kita harapkan. Sederhananya, dalam satu band, ada banyak kepala yang visi misinya harus melebur menjadi satu, dan itu susah-susah gampang. Karena seringnya perbedaan pendapat dan seiring bertambahnya kesibukan masing-masing, akhirnya band gue bubar.

Selepas dari itu, gue mulai kebingungan untuk melepaskan hasrat bermusik yang menggebu-gebu. Pernah beberapa kali iseng bikin project dengan teman-teman yang lain, namun hasilnya juga sama, berakhir dengan kesibukan masing-masing personilnya.

Sampai pada tahun 2006, gue dikenalkan dengan sebuah software untuk produksi musik secara digital. Awalnya gue sangat kesulitan untuk menggunakannya. Namun setelah baca-baca dan nonton video tutorial dari internet, sedikit banyak gue mulai bisa beradaptasi untuk menggunakannya. Semakin hari, gue semakin antusias untuk bikin musik. Ditambah lagi, gue memiliki banyak teman baru antar sesama produser, artist, label dalam dunia musik digital ini, dan yang paling menyenangkan adalah sampai saat ini kami masih terus berkomunikasi dengan baik.



Internet dan musik digital itu satu paket yang gak bisa dipisahkan. Dalam proses kreatif gue gak bisa lepas dari yang namanya internet. Gue selalu streaming musik atau video dulu untuk mancing ide. Setelah itu gue meramu nada demi nada sehingga menjadi satu kesatuan dalam bentuk sebuah musik. Setelah musik selesai di produce, gue mendistribusikan karya-karya gue dengan konsep free download melalui netlabel, baik lokal maupun internasional. Jadi semua orang bisa menikmati dan mengapresiasi karya gue.

Wednesday, October 14, 2015

Outing Ke Dufan


Selain gajian, waktu yang ditunggu-tunggu gue dan teman-teman yang lain kantor adalah kegiatan outing. Umumnya, kegiatan ini diadakan satu tahun sekali. Tujuan dari outing ini adalah untuk melepaskan stres dari pekerjaan yang bergumul dengan kita sehari-hari.

Beberapa waktu yang lalu, biar sama kaya perusahaan-perusahaan lainnya, kantor gue melaksanakan kegiatan outing ke Dufan. Emang sih, agak janggal, cuma mau gimana lagi. Kenapa gue bilang janggal, karena biasanya kantor-kantor lain outing pada piknik ke pantai, luar kota, bahkan luar negeri, lah ini malah ke Dufan. Tapi gak apa, yang penting kan maksud dari kegiatan ini untuk melepas beban dari pekerjaan serta menjalin kedekatan antar karyawan, dan yang paling penting adalah, ini gratisan! Hahaha.

Pada hari H, kita semua kumpul di kantor jam 8 pagi. Setelah melakukan prepare segala macem, kita jalan jam 10. Karena malemnya kurang tidur, selama perjalanan gue cuma bisa tidur aja di mobil. Pas kebangun, tau-tau udah di parkiran.

Turun dari mobil pada heboh persis kaya anak SD lagi study tour. Ada yang nyanyi-nyanyi, ada yang poto-poto, ada yang langsung bikin sajak; “Pada titik keramaian aku bersaksi, kesunyian ini masih saja menggerogoti relung hati yang tak kunjung terisi.”

Saturday, October 10, 2015

Ke Bali Lagi, Yuk!

Nusa Dua - Bali
 
Mungkin bukan hanya gue yang berpendapat kalau Bali itu memiliki daya magis yang sangat luar biasa sehingga mampu menarik kita untuk kembali dan kembali lagi kesana.

Entah mengapa, ketika pikiran sedang mumet dan butuh ruang untuk piknik, ombak dan pasir pantai Kuta dkk seolah berbisik, “Cuy, kapan lagi nih balik kesini, emang gak kangen?” Kalau udah begini, gue cuma bisa pasrah. Pasrah buat ninggalin ibukota demi memenuhi hasrat untuk bercumbu dengan pulau yang sangat eksotis ini.

Terakhir gue ke Bali itu tiga bulan yang lalu naik kereta. Iya, naik kereta. Emang niat banget sih kemarin pikniknya. Buat yang hobi banget traveling, lo harus nyobain ke Bali naik kereta. Emang sih selisih waktu yang dihabiskan cukup jauh antara naik pesawat dan naik kereta. Kalau pesawat, cuma duduk bentar tau-tau udah sampe di Bali. Kalau naik kereta, duduk – tidur – bangun – duduk lagi – tidur lagi – ngulang lagi sampai 10x gak kelar-kelar. Kurang lebih, waktu yang dihabiskan itu adalah 30 jam, dengan asumsi 8 jam pertama kereta dari Jakarta ke Yogya, 15 jam kereta dari Yogya ke Banyuwangi, 1 jam kapal dari pelabuhan Ketapang ke pelabuhan Gilimanuk dan 5-6 jam naik bis dari pelabuhan Gilimanuk ke Denpasar.

Monday, September 14, 2015

Langit Telah Senja




Kuta, Bali...

Senja.. Pertanda ribuan rindu mulai berkumandang lalu saling bersahutan dari seluruh penjuru mata angin. Banyak hati yang tak bertuan saling menyapa, berharap dapat melabuhkan hatinya pada hati yang baru atau sekedar menepi walau hanya sementara, sekedar beristirahat untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan hati yang sebelumnya.

Perlahan, langit mulai temaram dan menggelap.

Kepada awan yang menemani rembulan malam ini; lindungilah ia dengan kebaikan dalam setiap jengkal nafasnya, lindungilah ia dengan segala kebaikan yang menyertainya, kukuhkanlah hatinya dengan segala pengorbanan yang telah dilakukannya. Tunaikanlah cinta kasihnya sedalam-dalamnya lautan biru.

Tugasku menikmati malam ini denganmu sepuasnya; bercumbu dibawah cahaya bintang, berteman debur ombak sampai mentari melumat rembulan.

Saturday, August 15, 2015

Tentang Freelancer

Hidup di Jakarta, kita harus pinter-pinter cari peluang untuk menghasilkan uang. Menurut gue, walaupun sudah bekerja dan punya penghasilan tetap, namun wajib hukumnya untuk tetap mencari penghasilan tambahan diluar jam kerja utama.

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan uang tambahan. Salah satunya dengan menjadi freelancer. Jaman sekarang, beragam pilihan pekerjaan lepasan juga sangat banyak bertebaran di internet. Mulai dari menulis artikel, akunting sampai dengan analis juga ada. Nah, tinggal tentuin mana yang paling cocok dan mau kita ambil. Ya intinya sih, jangan malas untuk cari informasi.

Gue sendiri, nyari uang tambahan dengan cara apapun. Sekiranya ada peluang, ya gue ambil. Tentunya dengan cara yang halal. Dari reseller pakaian, calo vendor, sampai jasa iklan pun gue ambil. Yang paling sering sih, bikin design untuk kebutuhan online shop seperti; desain logo, desain flyer, desain stiker, desain packaging, dll. Jadi, kalau diantara kalian ada yang punya online shop dan sedang butuh desain atau mau nyetak apapun, bisa kontak gue. Lah.. Ini kenapa jadi iklan terselubung begini, yak?! Tapi gak apa, sambil menyelam pakai pelampung.

Saturday, August 1, 2015

Minta Maaf Versi dagelan

Beberapa waktu lalu, ranah social media diramaikan oleh kelakuan akun Instagram yang menurut khalayak ramai, kontennya berisi comotan dari akun-akun orang lain. Udah pada tau lah, ya? Yak betul, akun tersebut adalah @TMCPoldaMetro. Hahahaha, bukan deng. Kalo ada yang belum tau, kita samarkan saja akunnya menjadi, Dagelan.

Gue gak mau ngebahas kasus kemarin yang heboh banget sampai akhirnya akun tersebut membuat surat permohonan maaf terbuka di sini http://dagelandotco.wordpress.com. Oke, kasus dianggap selesai. Untuk detail kasus per kasus, lo bisa stalking sendiri.

Sedikit intermezo.. Tahun lalu, gue sempat nanya rate iklan di Instagram Dagelan untuk kebutuhan promosi brand gue. Kalau gak salah, waktu itu followersnya baru 1 jutaan lebih, dengan pertambahan 7.000 followers per hari. Harga iklan pada waktu itu untuk 1x post pada pukul 12.00 dan 19.00 senilai 2jt dan iklan akan dihapus setelah lewat dari 5 hari. Kalau untuk rate card saat ini, pasti harganya jauh lebih tinggi karena seiring dengan jumlah followers yang kini sudah mencapai 5 jutaan orang.


Saturday, May 30, 2015

Kemeriahan Pesta Ulang Tahun Rolling Stone Indonesia

Dua minggu yang lalu, di timeline Twitter gue berseliweran e-flyer perayaan ulang tahun majalah Rolling Stone Indonesia yang ke-sepuluh. Dari barisan line up yang akan memeriahkan acara tersebut, hanya Dubyouth Soundsystem yang berhasil merebut perhatian gue. Setau gue, Dubyouth Soundsystem adalah grup/duo electronic/dub/reggae yang lumayan jarang tampil live namun tetap memiliki penggemar yang tentunya tidak sedikit dan tergabung dalam basis Paguyuban Dabyut. Terakhir gue nonton mereka itu pada bulan September 2014 saat mereka menggelar rangkaian tur di Jakarta selama dua hari berturut-turut. Yang pertama di Maitrin Lounge, lalu keesokan harinya berakhir di Beer Garden SCBD. Saat itu, gue hanya sanggup hadir di rangkaian yang pertama dikarenakan masih terlalu hangover untuk melanjutkan sesi ke-dua di Beer Garden SCBD.

Balik lagi ke gelaran Rolling Stone Indonesia #RSINA10. Gue tiba di venue, Rolling Stone Cafe Jakarta, sekitar pukul 20:00 WIB. Jalanan di sekitar lokasi, cenderung tidak bergerak sama sekali. Padahal memang jalanan kan gak bisa bergerak, kalo jalanan bisa gerak-gerak, serem, nanti mobil-mobil pada jatoh. Enggak, ini serius. Arus lalu lintas dari Ampera menuju Kemang & sebaliknya, mengular dan cenderung gak gerak sama sekali. Gue berpikir bahwa ini adalah konspirasi antara "baru gajian" bertemu dengan "weekend". Namun kemacetan yang begitu menggila ini tak digubris oleh sekelompok pemuda di seberang jalan yang sedang asyik menikmati minuman dalam kresek hitam lengkap dengan tiga buah sedotan yang menyembul keluar sebelum akhirnya mereka berjalan gontai masuk ke dalam acara.

Friday, May 15, 2015

Teruntuk Sahabatku

Beberapa hari lagi, salah seorang sahabat gue berulang tahun. Selama sepuluh tahun terakhir, kita (gue dan beberapa sahabat lainnya) selalu merayakan pesta ulang tahun bersama-sama. Namun, nampaknya pada tahun ini gue harus absen karena kebetulan sedang stay di Bali sedangkan mereka di Jakarta.

Walau belum ada obrolan dengan teman-teman yang lain mengenai konsep acara, surprise dll, sejujurnya sejak seminggu belakangan gue sudah cukup galau untuk memikirkan hal ini.

Saat ini, menurut gue pilihannya hanya ada dua; 1) Gue balik ke Jakarta, atau, 2) Mereka semua berangkat ke Bali. Sebenernya agak bingung juga sih dengan pilihan tadi. Selain lagi bokek untuk beli tiket, karena gue juga sedang ada proyek yang gak bisa ditinggal, lalu teman-teman yang lain juga pasti gak akan bisa kesini karena hari H-nya adalah weekdays, dimana mereka semua pasti masuk kerja. Selain ini, gue sama sekali belum memiliki ide lain.

Sementara itu, perasaan berkecamuk mulai menyelimuti diri gue. Gue yakin banget, sahabat gue ini pasti sedih banget kalo gue berhalangan hadir di acaranya. Tapi, harusnya yang lebih sedih itu sih gue, karena gue gak bisa makan gratis sepuasnya. Hahaha..

Friday, May 8, 2015

Ngidam Cabe-Cabean

Courtesy: Google
Momen yang paling berbahagia setelah menikah adalah memiliki anak. Dengan memiliki anak, dapat terlihat bahwa seorang pria itu sejati atau tidak. Berhubung sampai saat ini gue belum memiliki anak --bukan karena gue bukan pria sejati, karena memang gue dan istri bersepakat untuk menunda-- maka gue masih punya banyak waktu untuk belajar tentang info-info seputar kehamilan.

Dan, entah mengapa mesin pencari yang gue gunakan berhenti pada keyword; ngidam.

Situs demi situs gue buka, halaman demi halaman gue baca, sampai akhirnya tak ada satupun yang gue pahami. Maka dari itu, terbesitlah ide untuk menulis postingan ini.

Ehem..

Dari yang gue baca, penyebab ngidam dikarenakan meningkatnya kadar hormon kehamilan yang bernama hurman Chorionic Gonadotropin (hCG) dan prodestron. Ngerti, gak? Gue sih, enggak. Namun yang pasti, konon katanya ngidam pasti akan melanda sebagian besar ibu-ibu yang sedang hamil.

Tipe ngidam untuk masing-masing orang berbeda. Ada yang ingin mengonsumsi makanan/minuman yang aneh-aneh, ada juga yang ingin melakukan hal-hal yang absurd. Yang paling umum adalah hasrat untuk mengonsumsi yang rasanya asam; air perasan handuk mandor, misalnya.

Tuesday, May 5, 2015

Suatu Malam di Benesari

Benesari,
Kuta - Bali

Parasmu memancarkan kegelisahan. Yang dalam beberapa menit kemudian, ia telah berubah menjadi kecemasan.

Itu yang aku lihat saat itu.

Lalu, aku sempat terkejut ketika kau memanggilku untuk duduk di sebelahmu, di atas kasur empuk dengan balutan sprei berwarna putih polos yang wangi. Namun, saat ini, walau sudah berkali-kali kucoba untuk mengingat wanginya, hasilnya nihil.

Malam itu, kita saling bercerita tentang banyak hal. Baik itu cerita-cerita yang segar, ataupun sekedar mengulangnya kembali, dan yang paling menarik adalah cerita pada masa dimana kita belum melewatinya sama sekali. Setidaknya, engkau dapat melupakan segala ketakutan yang memburumu beberapa waktu terakhir. Sesekali tawamu lepas membahana. Akan tetapi, kernyitan dahimu tak dapat mengendur apalagi hilang begitu saja. Ia selalu setia terukir pada wajah cantikmu.

Sementara itu, aku mengerti betul dengan segala kegundahan yang menerpamu. Aku sangat paham dengan segala kekhawatiran yang menyelimuti tubuhmu. Untuk itu, aku memelukmu. Sekedar untuk memberikan sedikit rasa nyaman walau masih sangat jauh dari rasa aman.

Friday, May 1, 2015

Tentang Flappy Bird & Percintaan

Courtesy: Google
Kurang lebih satu tahun yang lalu, dunia dihebohkan dengan game Flappy Bird. Game simpel dengan karakter burung kecil yang mencoba terbang untuk melewati rintangan pipa air sampai entah kapan dan dimana rintangannya berujung.

Sebagai manusia yang tak ingin ketinggalan zaman, gue pun masuk ke dalam circle manusia yang-smartphonenya-ada-Flappy Bird.

Awalnya, gue sangat menikmati permainan ini. Karena menurut gue --sebagai orang yang bukan maniak game alias orang yang benci dengan game-game ribet-- Flappy Bird ini adalah game yang amat super duper mudah. Cuma tinggal nge-tap, si burung lompat-lompat (atau mungkin lebih tepatnya terbang) berusaha untuk mengindari rintangan yang ada. Gak perlu mikir susah-susah, gak perlu pake strategi. Dapet high score baru; syukur, gak dapet; ya bodo amat. Toh kalo gue mati nanti juga gak akan ditanya sama malaikat, "Berapa skor Flappy Bird tertinggi kamu?"

Sunday, March 29, 2015

Keraguan Yang Menyapa

Atas nama awan gelap yang sedang menikmati kegundahannya di angkasa yang luas dan tak bertepi. Diselingi dengan lantunan guntur yang berkicau saling bersahutan. Aku menulis ini. Tentang diriku, di suatu masa.

Aku menyapamu dengan senyum tanpa alasan, walaupun yang engkau tangkap adalah sebuah keraguan.

Biarkan kegelisahan ini memliki tuannya.

Bara api dari sepuntung rokok masih menyala kecil, seiring dengan kepulan asap yang keluar dari rongga mulut. Tipis namun memiliki makna yang dalam, sangat dalam. Kemudian hilang terlahap angin.

Friday, March 20, 2015

Postingan Dari Dalam Kedai Es Krim

Sudah lama tak menulis.

Entah mengapa, tetiba aku kembali merindu untuk menulis. Mungkin karena hujan yang turun pada petang di tanggal tua ini. Apapun alasannya, aku rindu mendengar deru keyboard laptop ini saling bersahutan merangkai huruf demi huruf, kata demi kata, juga kalimat demi kalimat.

Lama tak bersuara dalam tulisan, membuat jemari ini terasa kaku. Ya, kaku, seperti bertemu mantan pacar di acara pesta kebun seorang sahabat. Terbata ketika menyapa, serba salah seperti lagu Raisa.

Sembari jemari ini bergeliat menyisir alphabet yang tertata rapih namun berantakan, terdengar lantunan musik dari Gugun & The Blues Shelter. Ah, sayangnya aku tak tau apa judul lagunya. Yang pasti, suasana ini menjadi hangat seiring bergulirnya bulir hujan yang masih turun dengan bergerombol.

Friday, February 27, 2015

Sudah Lama Tidak Menulis

SENANG rasanya bisa kembali menulis. Kurang lebih 15 bulan lamanya gue gak posting apapun disini. Alasannya, bukan karena gue lupa password Blogspot, tapi karena memang dari awal tahun 2013 gue agak - sedikit - sibuk - banget - sampe - gak - bisa - ngeblog.

Oke, alasan sibuk sampai gak bisa nulis untuk blog adalah memang alasan standar bagi teman-teman. Tapi, apapun alasannya, sejujurnya gue amat sangat rindu mendengar suara beradunya ujung jari gue dengan keyboard laptop.

Maka, izinkanlah gue untuk memulai tulisan ini...
Dua tahun kebelakang, adalah tahun yang sangat-sangat menyenangkan buat gue. Banyak cerita dan pengalaman seru yang gue dapetin, tentang semua, dan tentang semua-semuanya; mulai dari tempat kerja baru, proyek baru, usaha baru, sampai pasangan baru. Dan yang lebih gak kalah seru adalah; GUE UDAH NIKAH AWAL DESEMBER 2013 KEMARIN! Tentu ini adalah sebuah anugerah yang Tuhan berikan untuk gue. Dan untuk cerita seputar pernikahan gue, akan gue tulis untuk konten postingan berikutnya.