Friday, May 20, 2016

Cinta Bersemi di Ruang Gelap

Di tengah hiruk pikuknya kota metropolitan dengan segudang aktifitasnya, kita perlu asupan hiburan yang seimbang agar kehidupan tetap stabil. Film adalah salah satu bentuk hiburan yang paling sederhana. Tak perlu berburu tiket promo, apalagi repot-repot Twitpict gambar bagpack lengkap dengan caption, "Packing!"

Jaman sekarang, film bisa dinikmati kapan saja dan dimanapun. Secara tukang kaset DVD bajakan sudah merajalela bak pedagang tahu bulat. Udah ada kaset DVD bajakan tapi males buat beli karena sayang uangnya buat bayar kostan, di internet juga udah banyak banget website yang nyediain link untuk download film. Kalau download aja masih males, streaming juga bisa kok. Nah, kalo streaming masih males juga, nyungsep aja bareng temen lo yang suka berenang di pantai pake celana jeans panjang.

Tapi, menurut gue pribadi, nonton film yang paling syahdu itu ya di bioskop. Karena lo bakal ngerasain esensi menonton film dengan seutuhnya di sana. Selain layarnya yang besar, audionya pun bakal ngemanjain kuping. Tanpa ada kepulan asap rokok, abu rokok yang berserakan di karpet dan tanpa suara alarm listrik kamar sebelah yang berbunyi nyaring karena ditinggal sang tuan rumah yang sedang piknik ke luar kota.

Thursday, November 19, 2015

Musik Digital

Musik adalah media dimana gue bisa mengekspresikan apa yang gue lihat, raba dan rasakan. Ibaratnya, gue gak bisa hidup tanpa musik. Karena itulah, semenjak sekolah gue udah bikin band bareng teman-teman. Sayangnya, bikin band itu gak semudah apa yang kita harapkan. Sederhananya, dalam satu band, ada banyak kepala yang visi misinya harus melebur menjadi satu, dan itu susah-susah gampang. Karena seringnya perbedaan pendapat dan seiring bertambahnya kesibukan masing-masing, akhirnya band gue bubar.

Selepas dari itu, gue mulai kebingungan untuk melepaskan hasrat bermusik yang menggebu-gebu. Pernah beberapa kali iseng bikin project dengan teman-teman yang lain, namun hasilnya juga sama, berakhir dengan kesibukan masing-masing personilnya.

Sampai pada tahun 2006, gue dikenalkan dengan sebuah software untuk produksi musik secara digital. Awalnya gue sangat kesulitan untuk menggunakannya. Namun setelah baca-baca dan nonton video tutorial dari internet, sedikit banyak gue mulai bisa beradaptasi untuk menggunakannya. Semakin hari, gue semakin antusias untuk bikin musik. Ditambah lagi, gue memiliki banyak teman baru antar sesama produser, artist, label dalam dunia musik digital ini, dan yang paling menyenangkan adalah sampai saat ini kami masih terus berkomunikasi dengan baik.



Internet dan musik digital itu satu paket yang gak bisa dipisahkan. Dalam proses kreatif gue gak bisa lepas dari yang namanya internet. Gue selalu streaming musik atau video dulu untuk mancing ide. Setelah itu gue meramu nada demi nada sehingga menjadi satu kesatuan dalam bentuk sebuah musik. Setelah musik selesai di produce, gue mendistribusikan karya-karya gue dengan konsep free download melalui netlabel, baik lokal maupun internasional. Jadi semua orang bisa menikmati dan mengapresiasi karya gue.

Wednesday, October 14, 2015

Outing Ke Dufan


Selain gajian, waktu yang ditunggu-tunggu gue dan teman-teman yang lain kantor adalah kegiatan outing. Umumnya, kegiatan ini diadakan satu tahun sekali. Tujuan dari outing ini adalah untuk melepaskan stres dari pekerjaan yang bergumul dengan kita sehari-hari.

Beberapa waktu yang lalu, biar sama kaya perusahaan-perusahaan lainnya, kantor gue melaksanakan kegiatan outing ke Dufan. Emang sih, agak janggal, cuma mau gimana lagi. Kenapa gue bilang janggal, karena biasanya kantor-kantor lain outing pada piknik ke pantai, luar kota, bahkan luar negeri, lah ini malah ke Dufan. Tapi gak apa, yang penting kan maksud dari kegiatan ini untuk melepas beban dari pekerjaan serta menjalin kedekatan antar karyawan, dan yang paling penting adalah, ini gratisan! Hahaha.

Pada hari H, kita semua kumpul di kantor jam 8 pagi. Setelah melakukan prepare segala macem, kita jalan jam 10. Karena malemnya kurang tidur, selama perjalanan gue cuma bisa tidur aja di mobil. Pas kebangun, tau-tau udah di parkiran.

Turun dari mobil pada heboh persis kaya anak SD lagi study tour. Ada yang nyanyi-nyanyi, ada yang poto-poto, ada yang langsung bikin sajak; “Pada titik keramaian aku bersaksi, kesunyian ini masih saja menggerogoti relung hati yang tak kunjung terisi.”

Saturday, August 15, 2015

Tentang Freelancer

Hidup di Jakarta, kita harus pinter-pinter cari peluang untuk menghasilkan uang. Menurut gue, walaupun sudah bekerja dan punya penghasilan tetap, namun wajib hukumnya untuk tetap mencari penghasilan tambahan diluar jam kerja utama.

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan uang tambahan. Salah satunya dengan menjadi freelancer. Jaman sekarang, beragam pilihan pekerjaan lepasan juga sangat banyak bertebaran di internet. Mulai dari menulis artikel, akunting sampai dengan analis juga ada. Nah, tinggal tentuin mana yang paling cocok dan mau kita ambil. Ya intinya sih, jangan malas untuk cari informasi.

Gue sendiri, nyari uang tambahan dengan cara apapun. Sekiranya ada peluang, ya gue ambil. Tentunya dengan cara yang halal. Dari reseller pakaian, calo vendor, sampai jasa iklan pun gue ambil. Yang paling sering sih, bikin design untuk kebutuhan online shop seperti; desain logo, desain flyer, desain stiker, desain packaging, dll. Jadi, kalau diantara kalian ada yang punya online shop dan sedang butuh desain atau mau nyetak apapun, bisa kontak gue. Lah.. Ini kenapa jadi iklan terselubung begini, yak?! Tapi gak apa, sambil menyelam pakai pelampung.

Saturday, May 30, 2015

Kemeriahan Pesta Ulang Tahun Rolling Stone Indonesia

Dua minggu yang lalu, di timeline Twitter gue berseliweran e-flyer perayaan ulang tahun majalah Rolling Stone Indonesia yang ke-sepuluh. Dari barisan line up yang akan memeriahkan acara tersebut, hanya Dubyouth Soundsystem yang berhasil merebut perhatian gue. Setau gue, Dubyouth Soundsystem adalah grup/duo electronic/dub/reggae yang lumayan jarang tampil live namun tetap memiliki penggemar yang tentunya tidak sedikit dan tergabung dalam basis Paguyuban Dabyut. Terakhir gue nonton mereka itu pada bulan September 2014 saat mereka menggelar rangkaian tur di Jakarta selama dua hari berturut-turut. Yang pertama di Maitrin Lounge, lalu keesokan harinya berakhir di Beer Garden SCBD. Saat itu, gue hanya sanggup hadir di rangkaian yang pertama dikarenakan masih terlalu hangover untuk melanjutkan sesi ke-dua di Beer Garden SCBD.

Balik lagi ke gelaran Rolling Stone Indonesia #RSINA10. Gue tiba di venue, Rolling Stone Cafe Jakarta, sekitar pukul 20:00 WIB. Jalanan di sekitar lokasi, cenderung tidak bergerak sama sekali. Padahal memang jalanan kan gak bisa bergerak, kalo jalanan bisa gerak-gerak, serem, nanti mobil-mobil pada jatoh. Enggak, ini serius. Arus lalu lintas dari Ampera menuju Kemang & sebaliknya, mengular dan cenderung gak gerak sama sekali. Gue berpikir bahwa ini adalah konspirasi antara "baru gajian" bertemu dengan "weekend". Namun kemacetan yang begitu menggila ini tak digubris oleh sekelompok pemuda di seberang jalan yang sedang asyik menikmati minuman dalam kresek hitam lengkap dengan tiga buah sedotan yang menyembul keluar sebelum akhirnya mereka berjalan gontai masuk ke dalam acara.