Saturday, October 10, 2015

Ke Bali Lagi, Yuk!

Nusa Dua - Bali
 
Mungkin bukan hanya gue yang berpendapat kalau Bali itu memiliki daya magis yang sangat luar biasa sehingga mampu menarik kita untuk kembali dan kembali lagi kesana.

Entah mengapa, ketika pikiran sedang mumet dan butuh ruang untuk piknik, ombak dan pasir pantai Kuta dkk seolah berbisik, “Cuy, kapan lagi nih balik kesini, emang gak kangen?” Kalau udah begini, gue cuma bisa pasrah. Pasrah buat ninggalin ibukota demi memenuhi hasrat untuk bercumbu dengan pulau yang sangat eksotis ini.

Terakhir gue ke Bali itu tiga bulan yang lalu naik kereta. Iya, naik kereta. Emang niat banget sih kemarin pikniknya. Buat yang hobi banget traveling, lo harus nyobain ke Bali naik kereta. Emang sih selisih waktu yang dihabiskan cukup jauh antara naik pesawat dan naik kereta. Kalau pesawat, cuma duduk bentar tau-tau udah sampe di Bali. Kalau naik kereta, duduk – tidur – bangun – duduk lagi – tidur lagi – ngulang lagi sampai 10x gak kelar-kelar. Kurang lebih, waktu yang dihabiskan itu adalah 30 jam, dengan asumsi 8 jam pertama kereta dari Jakarta ke Yogya, 15 jam kereta dari Yogya ke Banyuwangi, 1 jam kapal dari pelabuhan Ketapang ke pelabuhan Gilimanuk dan 5-6 jam naik bis dari pelabuhan Gilimanuk ke Denpasar.


Gue berangkat dari stasiun Pasar Senen hari Rabu pukul 10 malam dengan kereta Bogowonto dan tiba di stasiun Lempuyangan hari Kamis pukul 6 pagi.
 
Walaupun kelas Ekonomi, menurut gue udah keren banget, cuy! Ada fasilitas colokan listrik di setiap seatnya, jadi gak usah panik kalau baterai gadget habis, dan yang paling penting adalah ACnya yang dingin gak bikin istri gue rewel karena kegerahan. Gue yang anaknya laperan mulu tapi gak gendut-gendut juga gak khawatir takut kelaperan karena tiap 15 menit ada waiters yang bolak-balik jualan makanan.

Tiba di Yogya, masih ada waktu 1 jam untuk transit yang gue manfaatkan untuk sarapan. Pukul 7 pagi kereta Sri Tanjung jalan menuju Banyuwangi. Ini yang paling gila, bahkan gila banget. Gue harus menghabiskan hampir satu hari di kereta


Di gerbong ini, gue bertemu dengan beberapa traveler dari Jepang dan Italy. Yang dari Jepang, namanya Michiko. Dia traveling sendirian, tujuannya adalah ke Bromo. Dan yang dari Italy, gue lupa namanya siapa, yang pasti tujuan dia adalah ke Gili Trawangan untuk menghadiri acara EDM. Yang banyak ngobrol sih istri gue, tugas gue cuma ngangguk-ngangguk sok ngerti kalo mereka menatap mata gue, lalu (ikut) tertawa paling kencang ketika mereka tertawa.

Setelah pantat gue mengalami kram akut, akhirnya tiba juga di Banyuwangi. Langsung jalan kaki sedikit ke pelabuhan Ketapang kemdian lanjut naik kapal Ferry menuju pelabuhan Gilimanuk selama kurang lebih satu jam.

Kapal sudah bersandar di pelabuhan. Karena badan udah gak sanggup dan belum mandi dua hari, malam itu gue putuskan untuk mencari penginapan di sekitar pelabuhan. Esok harinya gue melanjutkan perjalanan menuju Denpasar dan tiba di Kuta pukul 9 malam.




Kalau ditanya capek atau enggaknya, ya jelas capek. Capek banget malah. Cuma, menurut gue, yang namanya traveling itu bukan pada saat kita tiba di destinasi tujuan kita, namun meliputi perjalanan menuju destinasinya jangan sampai dilupakan.

Di dalam perjalanan, kita bisa bertemu banyak orang dengan latar belakang dan profesi yang berbeda-beda, yang paling asyik adalah kita dapat belajar mengenal karakter masing-masing dari orang asing yang kita jumpai.

Menuju Denpasar dari Pelabuhan Gilimanuk
Saat ini, gue bersama istri tengah menyusun rencana untuk kembali (lagi dan lagi) piknik ke Bali. Kali ini, gue berencana ke Bali dengan melalui jalur darat menggunakan Grand New Veloz.
  
Grand New Veloz

Kenapa gue harus menggunakan mobil Grand New Veloz dalam trip kali ini? Sederhana; karena Grand New Veloz adalah mobil dengan exterior dan interior stylish dan trendy lifestyle.

Mengingat ini adalah perjalanan yang jauh, maka gue harus pilih mobil yang irit bahan bakar, dan Grand New Veloz ini sangat irit dengan penggunaan bahan bakarnya karena sudah didukung oleh performa mesin yang baru (Dual VVT-i), sehingga budget untuk bahan bakar bisa gue relokasi untuk akomodasi selama di Bali.

Untuk sisi eksteriornya sendiri, tampilannya lebih sporty dan berkarakter. Dijamin mobil gue ini bakal jadi pusat perhatian dan bikin klepek-klepek cewek-cewek bule disana, apalagi dengan warna jagoan gue dark red mica metallic. Yang gak kalah cool lainnya adalah design velgnya yang baru bikin tambah keliatan jadi sporty dan stylish banget.
Design kabin lebih elegan

Bagian interior adalah hal yang gak boleh kalah penting! Kabin yang luas bikin kita lebih nyaman sewaktu berkemudi, kemudian untuk dashboard panel designnya juga keren dengan balutan warna hitam. Sebagai manusia yang tak bisa hidup tanpa musik, audio sistemnya juga udah didukung oleh 6,1” Touchscreen CD, DVD, AM/FM, USB, AUX, Bluetooth & iPod.


Kalau lo masih penasaran dengan wujud aslinya dan pengin test drive, catet aja jadwalnya:
1. Carrefour (21-27 September 2015)
2. Giant Harapan Indah Bekasi (21-27 September 2015)
3. Carrefour Puri Indah (5-11 Oktober 2015)
4. Summarecon Mall Serpong (12-18 Oktober 2015)
5. Giant Bintaro (19-25 Oktober 2015)
6. MTC Bandung (20 Oktober - 1 November 2015)

Sekarang, siapa aja yang mau ikut trip ke Bali bareng gue dan Grand New Veloz kali ini? Masih ada seat kosong, lho!

-----------------------------------------------------------------------------

Cost yang dibutuhkan ke Bali naik kereta:
1. Stasiun Pasar Senen - Stasiun Lempuyangan Rp. 150.000
2. Stasiun Lempuyangan - Stasiun Banyuwangi Rp. 100.000
3. Kapal Ferry (Pelabuhan Ketapang - Pelabuhan Gilimanuk) Rp. 8.000
4. Bis dari Pelabuhan Gilimanuk ke Denpasar Rp. 60.000

7 comments:

  1. gue mau ikut bang!
    keren juga ya ke bali naik kereta gitu. oh jadi dari st.pasar senen langsung pilih ke st. banyuwangi ya abis itu jalan sampe ke pelabuhan trus nyebrang ke bali. total biaya abis berapa bang ke bali?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kereta dari Jakarta gak ada yang langsung ke Banyuwangi, jadi harus transit dulu di Yogya, setelah itu naik lagi dari Yogya ke Banyuwangi.

      FYI, kereta dari Yogya Banyuwangi cuma berangkat satu kali per hari, disarankan berangkat dari Jakarta malam harinya.

      Untuk costnya udah gue update di akhir postingan.

      Delete
  2. sometimes aku pengen banget travelling gitu. backpacker, ketemu orang2 dengan latar belakang berbeda.

    but, apa daya waktu ga memungkinkan. jadi ngerasa waktu aku tuh tersita buat kerjaan kalo liat orang2 pada travelling gini. hiks :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo belum ada waktu kosong untuk traveling yang jauh-jauh, coba yang deket aja dulu; dari hati ke hati, misalnya.

      Delete
  3. Menarik! gue sempet kepikiran buat ke Bali pake kereta, tapi jadi kepikiran buat lewat jalur darat pake mobil biar bisa bebas berhenti di spot yang keren. Ah, dari jakarta sampai banyuwangi itu pasti banyak tempat yang keren yang gak bisa kita nikmati kalau naik kereta!
    okesip, gue ikut bang!! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget. Cuma harus ngblok kalender karena pasti makan banyak waktu.

      Delete
  4. Rencana ni lewat udara jakarta kebali,
    lewat darat gak keburu , hehehe

    ReplyDelete